Begini 6 Cara Mempersiapkan Usaha Waralaba

Usaha waralaba sudah tidak asing lagi di masyarakat Indonesia. Usaha Warlaba sudah  akrab di tengah  masyarakat perkotaan maupun sekitarnya. Usaha warlaba atau yang lebih dikenal dengan nama Franchise banyak menjamur di mana-mana, mulai dari menggunakan booth kecil sampai sewa tempat yang lumayan besar.

Lalu apa itu usaha warlaba?

Usaha waralaba merupakan perikatan usaha di mana salah satu pihak diberikan hak untuk  menjalankan usaha menggunakan kekayaan intelektual (merek, sistem, nama, prosedur) atau ciri khas usaha yang dimiliki penyedia waralaba (franchisor) yang telah teruji keberadaannya dengan imbalan berdasarkan ketentuan yang ditetapkan dalam penyediaan atau penjualan produk dan jasa dalam jangka waktu yang ditentukan. Secara singkatnya usaha waralaba merupakan usaha cepat yang menguntungkan dan mudah dilakukan yang mana tidak perlu membangun usaha dari awal, tapi cukup dengan menjalankan usaha dengan nama, sistem, prosedur yang telah disediakan oleh penyedia waralaba dengan membayar keuntungan yang telah ditetapkan.Sedangkan, bagi Franchisor, Waralaba merupakan salah satu cara untuk mengembangkan usaha mereka.

Usaha waralaba sendiri  mulai masuk di Indonesia sekitar tahun 1980-90an dengan diawali masuknya waralaba asing seperti Mcdonald , KFC, Wendys, Burgergerking.  Kemudian, disusul dengan warlaba lokal seperti Es Teleler 77 sampai munculnya berbagai macam warlaba hingga saat ini. Usaha Warlaba tidak hanya pada makanan atau minuman (produk) saja, sekarang banyak dijumpai jenis usaha warlaba yang lain, misalnya warlaba pada bidang jasa atau waralaba gabungan antara produk dan jasa. Misalkan Waralaba pada bidang jasa pengiriman barang seperti TIKI, Pahala Exspress, dan lainnya.  Contoh lain usaha warlaba jasa dalam bidang pendidikan seperti English Study Center (ESC), Digikidz, Aljabar Math,  dan lainnya.   

Usaha Waralaba ini juga menggunakan modal yang beragam, mulai dari yang kecil hingga modal yang besar. Sebelum memulai membuka usaha warlaba  ini, alangkah baiknya memperhatikan beberapa hal yang berkaitan dengan usaha tersebut. Tentu saja, tidak seorang pun yang berharap usahanya akan mengalami kegagalan. Maka dari itu ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membuka usaha waralaba ini.

Pilihan Jenis Usaha

Pastikan anda memilih usaha waralaba sesuai dengan apa yang anda inginkan atau sesuai dengan minat yang anda tekuni Hal ini tentu saja akan mempermudah anda sendiri ketika menjalankan suatu usaha. Ketika anda senang dan sepenuh hati dalam menjalankan usaha maka usaha akan terasa lebih ringan. Misalkan anda tertarik dan berminat untuk membuka usaha waralaba makanan. Lalu tentukan secara spesifik waralaba makanan apa yang akan anda jual. Misalakan anda ingin membuka makanan berbahan dasar ayam, anda bisa membuka usaha warlaba seperti, Miami Chiken, Sabana Fried Chiken, dan lain sebagainya.

Selain itu pilihlah jenis usaha warlaba yang tidak termakan tren, karena biasanya tidak bertahan lama, sebaiknya lebih mengarah prospek ke depan usaha tersebut. Tidak salah juga ketika memilih jenis usaha yang sedang menjadi tren, tapi perlu diperhatikan juga keberlangsungan usaha tersebut.  

Fee Royalty

Hal yang perlu diperhatikan lainnya yakni fee royalty. Biasanya semakin tinggi reputasi usaha warlaba tersebut, maka makin tinggi pula fee royaltinya. Bisa jadi usaha warlaba yang anda pilih adalah usaha warlaba asing, maka tentu saja fee royaltynya berbeda.  Perhatikan juga apakah akan ada kenaikan fee royalty setiap tahunnya. Pastikan juga anda mengetahui kontrak menegenai fee royalty dengan jelas, jangan sampai menyesal belakangan karena ada ketidaksesuaian dengan apa yang diharapkan.

Modal Usaha

Modal Usaha juga mempengaruhi usaha seperti apa, dan seberapa besar usaha yang akan anda jalankan. Modal usaha waralaba makan akan berbeda dengan modal usaha waralaba jasa. Misalkan Usaha waralaba makanan bebahan dasar ayam membutuhkan dari 3 juta hingga 15 juta rupiah, tergantung pada merek waralaba. Atau misalkan warlaba lain seperti kebab bisa membutuhkan dana mulai dari 3 juta hingga ratusan juta. Contoh lain usaha warlaba bahan bakar memerlukan modal yang bervariasi mulai dari 10 juta hingga 20 juta rupiah. Usaha warlaba jasa kurir bisa membutuhkan modal mulai dari 20 juta.  Biasanya dibagi menjadi modal usaha kecil, menengah, modal usaha besar. Sebaiknya anda melakukan kroscek modal dan jenis usaha yang akan anda pilih, apakah sudah sesuai dengan budget dan keinginan. Selain itu ketika modal usaha yang anda butuhkan telah sesuai dengan usaha yang anda pilih maka tidak akan ada beban lebih ketika menjalankan usaha tersebut, karena tidak memiliki tanggungan pinjaman melebihi kapasitas yang anda miliki.

Tempat Usaha

Tempat usaha menjadi hal yang perlu diperhatikan demi keberlangsungan usaha itu sendiri, apakah tempat usaha yang dipergunakan milik sendiri atau sewa? Biasanya usaha restoran atau kafe membutuhkan tempat untuk disewa. Pastikan ketika mendapat untung dari usaha, anda tetap bisa membayar sewa tempat yang digunakan. Selain itu pertimbangan kestrategisan tempat yang akan digunakan untuk usaha. Apakah lokasi usaha mudah dijangkau oleh customer atau tempat yang sesuai dengan pasar target yang dituju sudah sesuai? Hal tersebut akan mempengaruhi penghasilan usaha yang akan anda jalankan. Pilihlah tempat usaha yang strategis dan sesuai dengan modal usaha yang anda miliki.

Arus Kas Usaha

Hal yang penting dalam membangun usaha adalah pendapatan. Apa jadinya ketika usaha warlaba yang dijalankan tidak menghasilkan pendapatan yang sesuai. Arus Kas Usaha memiliki peran yang vital dalam usaha yang dijalankan. Laporan arus kas meliputi Cash Inflow dan Cash Outflaw. Cash inflow adalah aliran kas yang muncul dari transaksi yang membuat keuntungan kas. Sedangkan, Cash Outflow aliran kas yang muncul dari berbagai transaksi yang membuat pengeluaran kas tersebut. Maka kedua hal tersebut perlu diperhatikan dalam menjalankan arus kas usaha agar usaha berjalan lancar.

Kelemahan dan Kelebihan Usaha

Perhatikan kelemahan dan keuntungan usaha yang akan anda jalankan. Meskipun usaha warlaba yang anda pilih terbilang sudah memiliki kualitas dan nama yang bagus, tidak dipungkiri usaha tersebut bisa mengalami kegagalan. Ketika anda telah mengetahui celah kelemahan dan kelebihan maka anda bisa mengatasi usaha tersebut anda dengan mudah. Kemampuan analisa ini harus dimiliki oleh calon pengusaha waralaba agar mampu mengatasi kesulitan-kesulitan dalam menjalankan usaha.

Itulah tadi beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai usaha warlaba. Selain itu dalam menjalankan usaha harus memutar otak sekreatif mungkin untuk menarik perhatian serta meningkatkan peghasilan usaha anda. Misalkan dengan membuat promosi yang kreatif agar menarik customer untuk membeli dan menggunakan jasa usaha anda. Selain berpikir kreatif tentu saja usaha yang bagus membutuhkan kerja keras. Anda tidak bisa hanya mengandalkan ketenaran serta nama dari usaha waralaba yang anda jalankan. Segala sesuatunya perlu diperhitungan dengan matang dan tepat.  Semoga dapat menambah pengetahuan dan bermanfaat!

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *